Disaat Mencari Alasan Lebih Mudah Daripada Mencari Ide


So, this is my very first story in this blog (aku sih bilangnya story bukan curhatan).

(01.15AM)

Aku adalah orang yang paling pengen hidup dengan banyak ide. Aku tau, manusia pasti hidup dengan kelebihan ide yg diberikan Tuhan. Hanya saja sejauh mana orang tersebut bisa mengendalikan otaknya untuk bisa ‘berternak’ ide disetiap detiknya. Sebaliknya, ide yang kurang muncul malah bisa ‘berternak’ di otak manusia karena saking malesnya buat mikir. Ini kebiasaan. Malahan ati-ati, ini bisa jadi racun buat otak kita!

Aku adalah orang yang paling pengen hidup dengan banyak ide. Disaat mungkin banyak orang yang pengen hidup dengan uang, jabatan yang tinggi, hidup yang serba enak, dan hal-hal yang tentu saja (kebanyakan) berbau duniawi, aku malahan pengen hidup dengan banyak ide. Karena dengan banyak ide, maka uang, jabatan, hidup enak, dan hal duniawi tadi bisa kita dapet. Ya ngga sih?

Aku adalah orang yang paling pengen hidup dengan banyak ide. Banyaknya ide bakal membuat kita jadi kaya. Kaya dalam segala hal. Lho kok? Iya, menurutku sih, kita bisa ‘jual’ ide kita.

Hmmm… enak kali ya.

Sayangnya, kenyataannya berbalik. Disaat hatiku sedang asik bekerja sama dengan otak untuk ide yang bisa muncul yang tentu saja sudah aku percaya dan ‘hasil’ idenya memuaskan selama 23 tahun otakku berfungsi, ternyata hasil ditahun ke 24 nih otak malah menghasilkan hasil yang diluar harapan.  Ketidaksesuaian antara hati dan otak kali ini adalah ketika ide yang seharusnya dihasilkan adalah ide kreatif, namun faktanya ide untuk membentuk suatu alasan lah yang sering muncul. Molekul-molekul alasan ini muncul sehingga menjadikan formula dalam kehidupan yang sering melanda manusia yaitu hasrat MALAS. Entah kenapa MALAS ini harus jadi musuhku. Paling sebelnya ketika yang bisa menyelematkanku dari musuh (aku sebut dia keji errrggh) ini adalah ya AKU sendiri. Sebel banget kan? Aku yakin kamu pasti juga pernah ngerasain yang sama. PASTI! Karena malas ini bukan cuma musuhku aja tapi juga musuhmu. Cuma masalahnya, kamu bisa ngatasinnya dengan cepet. Aku? Sampe aku nulis (aku bilangnya cerita, terserah kalo kamu bilang ini curhatan) ini aja si malas masih enggan pergi jauh. Kalopun pergi dia pasti kembali. Kenapa harus si ide yang malah pergi jauh, melayang, ato tenggelam apalah itu namanya yang pasti jejaknya belum tergapai sama otakku.

Si otak kali ini malah asik mencari alasan setiap hati pengen ‘berjalan menuju kebenaran’. Alasannya adaaaa aja. Ngga pernah habis! Heran!

Tapi… bukankah hati dulu yang mengirimkan sinyalnya ke otak sehingga otak hanya sebagai perantara untuk melakukan sesuatu?

Lebih gawat lagi! Berarti lagi-lagi aku cari alasan untuk tetep males. Kalo begini, bisa-bisa ngga ada kata PERUBAHAN dalam hidup. Ah, tapi toh diakhir aku sadar kalo beberapa tulisan di atas juga tetep salah satu alasan dengan cara memutarbalikkan teori. HUH? alasan lagi? Hahahaha itulah, ketika mencari alasan lebih mudah daripada mencari ide.

 

(02.07AM) otakku terhenti sejenak karena kehabisan ide buat bikin kata-kata yang bagus dalam cerita ini…

 

(02.09AM) hanya dalam waktu 2 menit ide mencari alasan pun muncul…

 

Aaah, karena sudah larut malam, jadi otak perlu istirahat. Jangan biarkan otak terus bekerja. Kalo badan terasa capek, itu pertanda perlu istirahat. Itu kenapa manusia memiliki rasa capek, agar kita membiarkan diri kita istirahat. Ya kan?

Berharap ide-ide jenius tetep muncul dan dunia menyapamu dan menganggapmu ada.

P.S Ada yang punya cara jenius untuk menumpas musuh kejiku? Kalo jawabannya NIAT, aku bakal no comment!

 

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s